PURWOREJO — Rapat Tahunan Komisariat (RTK) ke-XVII PMII Komisariat An-Nawawi Purworejo yang berlangsung pada 17–18 September 2026 di Gedung PCNU Purworejo menetapkan Muhammad Arwani sebagai Ketua PMII Komisariat An-Nawawi Masa Khidmah 2026–2027. Muhammad Arwani merupakan kader Rayon KH Ahmad Maisur Sindi, Program Studi Manajemen Bisnis Syariah (MBS), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam An-Nawawi Purworejo.
RTK XVII mengangkat tema “Refleksi Nilai Dasar Pergerakan sebagai Pijakan Laku Organisasi.” Pada hari pertama, Kamis (17/9), kegiatan meliputi pembahasan tata tertib persidangan. Agenda dilanjutkan pada Jumat (18/9) dengan agenda penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPj) Kepengurusan Komisariat Masa Khidmah 2025-2026, sidang komisi, dan pemilihan ketua.
Ketua Panitia RTK ke-XVII, Muhammad Rofiq, mengatakan RTK menjadi forum evaluasi organisasi sekaligus proses regenerasi kepemimpinan di tingkat komisariat.
“RTK bukan hanya forum untuk memilih dan menetapkan kepengurusan baru, tetapi juga menjadi ruang untuk merefleksikan kembali nilai dasar pergerakan sebagai pijakan dalam menjalankan organisasi,” ujar Rofiq.
Menurut Rofiq, tema RTK ke-XVII diharapkan dapat mendorong kader memahami nilai-nilai PMII secara konseptual dan menerapkannya dalam sikap, cara berpikir, serta aktivitas organisasi. Ia juga menyebut regenerasi kepengurusan berkaitan dengan keberlanjutan proses kaderisasi di PMII Komisariat An-Nawawi.
Muhammad Arwani selaku Ketua Mandataris RTK ke-XVII menyampaikan sejumlah fokus kepengurusan untuk masa khidmah 2026–2027. Salah satunya adalah keberlanjutan kaderisasi PMII di lingkungan umum dan pesantren.
“ Di PMII dalam ranah umum dan pesantren saya memiliki optimisme untuk tetap mengawal ruang kaderisasi agar berjalan semestinya,” ujar Arwani.
Ia menyampaikan visi untuk membangun PMII An-Nawawi sebagai ruang tumbuh bagi anggota dan kader serta mendorong pengembangan kader dalam bidang intelektual dan profesional.
Arwani juga menyampaikan terima kasih kepada Angkatan Arjuna yang telah turut mengawal proses kaderisasi dan nilai-nilai PMII.
“Terima kasih kepada Angkatan Arjuna yang telah sabar mengawal kami dalam mengawal nilai-nilai PMII,” katanya.
Ketua Demisioner komisariat, Akhmad Khalwani, menyampaikan evaluasi terhadap kepengurusan yang telah berakhir.
“Dalam proses yang telah dijalani dan bersinggungan langsung dengan kader, kami memohon maaf karena belum dapat memfasilitasi kader secara maksimal. Semoga ketua yang baru lebih baik dari ketua ketua sebelumnya,” ujar Khalwani.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pengurus Komisariat dan Pengurus Cabang PMII Purworejo atas kontribusi selama masa kepengurusannya.
Menurut Khalwani, berakhirnya masa kepengurusan tidak menghentikan kontribusi terhadap organisasi.
“Walaupun sudah demisioner, ini merupakan tantangan baru bagi kita untuk tetap berusaha hadir, baik secara langsung maupun tidak langsung,” katanya.
Majelis Pembina Komisariat (Mabinkom) PMII An-Nawawi Purworejo, Ahmad Cholil Maksum, menekankan pembagian peran dalam proses kaderisasi organisasi.
Ahmad Cholil, yang juga merupakan demisioner Ketua Pengurus Komisariat PMII An-Nawawi Masa Khidmah 2015–2016, mengatakan setiap unsur dalam organisasi memiliki tanggung jawab dalam proses kaderisasi.
“Setiap pengurus memiliki kewajiban untuk mengader, sedangkan kader memiliki hak untuk dikader. Masing-masing elemen harus sadar dengan tugasnya,” ujar Ahmad Cholil.
Ia berharap pengurus komisariat, pengurus rayon, anggota, dan kader dapat menjalankan perannya masing-masing. Menurutnya, pemahaman terhadap nilai-nilai PMII dapat dibangun melalui proses berpikir, diskusi, refleksi, dan aksi.
“Kita harus bangga menjadi kader PMII dengan melihat nilai-nilai PMII. Cara berpikir harus berpijak pada ideologi melalui diskusi, refleksi, dan aksi,” katanya.
Cholil kemudian menyampaikan selamat kepada Muhammad Arwani atas terpilihnya sebagai Ketua PMII Komisariat An-Nawawi Masa Khidmah 2026–2027.
Ketua PC PMII Purworejo, Latif Nur Hidayatulloh, mengingatkan anggota dan kader untuk memperbarui niat dalam menjalankan proses organisasi.
“Mengingat kembali ketika masuk PMII dan menjadi pengurus, baik di rayon, komisariat, maupun cabang, kita perlu memperbarui niat agar tujuan kita jelas,” ujar Latif.
Ia mengatakan proses berorganisasi membutuhkan tahapan dan tidak selalu berjalan sesuai dengan harapan.
“Kaum Gen Z pada usia 19–24 tahun sering keluar dari jalur. Itu hal yang wajar. Terkadang jalan pintas terlihat mudah, tetapi tidak ada yang instan. Semua membutuhkan proses,” katanya.
Latif meminta anggota dan kader memberikan ekspektasi kepada ketua komisariat sekaligus memahami bahwa kegagalan merupakan bagian dari proses berorganisasi.
“Berikan ekspektasi tinggi kalian kepada ketua komisariat. Jatuh itu hal yang wajar, makanan sehari-hari. PMII ini sebuah ruang bagi segala kemungkinan,” tuturnya.
Rangkaian RTK XVII PMII Komisariat An-Nawawi Purworejo ditutup dengan sesi foto bersama. (*)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar